DARI SAMPAH MENJADI BERKAH

KOMPOS ORGANIK DADAPREJO UNTUK PERTANIAN BERKELANJUTAN

Diproduksi oleh TPST 3R Dadaprejo bersama KKN FIBiPK Universitas Brawijaya untuk mendukung pertanian yang ramah lingkungan.  

Kompos Organik Berkualitas

Kompos Dadaprejo Solusi Pupuk Organik Ramah Lingkungan

Kompos Dadaprejo merupakan produk kompos organik yang dihasilkan oleh TPST 3R Dadaprejo, Kota Batu bekerja sama dengan KKN FBiPK UB Dadaprejo 2026. Diproduksi dari pengolahan sampah organik dengan proses yang terkontrol sehingga menghasilkan kompos berkualitas untuk berbagai kebutuhan tanaman.

100% Organik

Terbuat dari limbah organik berkualitas.

Ramah Lingkungan

Mengurangi sampah organik menjadi produk bermanfaat.

Diproduksi TPST 3R

Hasil kerja sama TPST 3R Dadaprejo dan KKN FIBIP UB.

KOMPOS ORGANIK BERKUALITAS

Kompos Organik Dadaprejo Pilihan Tepat untuk Berbagai Jenis Tanaman

Kompos Organik Dadaprejo merupakan pupuk organik berkualitas yang dihasilkan dari pengolahan sampah organik melalui proses pengomposan secara terkontrol. Cocok digunakan untuk berbagai jenis tanaman guna membantu meningkatkan kesuburan tanah secara alami dan berkelanjutan.

100% Organik

Terbuat dari bahan organik pilihan tanpa tambahan bahan kimia berbahaya.

Menyuburkan Tanah

Memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme.

Ramah Lingkungan

Membantu mengurangi limbah organik sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Siap Digunakan

Kompos telah matang dan siap diaplikasikan pada berbagai jenis tanaman.

PRODUK KAMI

Kompos Organik Dadaprejo Untuk Berbagai Kebutuhan Tanaman

Kompos Dadaprejo merupakan pupuk organik hasil pengolahan sampah organik terpilah yang telah melalui proses pengomposan secara terkontrol. Kompos ini siap digunakan untuk berbagai jenis tanaman guna membantu meningkatkan kesuburan tanah secara alami.

PROSES PENGOMPOSAN

Kompos Berkualitas Dimulai dari Proses yang Tepat

Kompos Organik Dadaprejo diproduksi melalui tahapan yang terkontrol, mulai dari pengumpulan bahan organik hingga proses pematangan. Setiap tahap dilakukan untuk menghasilkan kompos yang berkualitas, aman, dan siap digunakan.

1

Pengumpulan Bahan Organik

Sampah organik dipilah dan dikumpulkan sebagai bahan baku pembuatan kompos.

2

Proses Pengomposan

Bahan organik diolah melalui proses pengomposan secara terkontrol hingga menjadi kompos matang.

3

Kompos Siap Digunakan

Kompos yang telah matang siap digunakan untuk membantu meningkatkan kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman.

MONITORING PROSES

Monitoring Suhu Selama Pengomposan

Selama proses pengomposan, suhu dipantau secara berkala pada setiap perlakuan untuk mengetahui aktivitas mikroorganisme dalam menguraikan bahan organik. Perubahan suhu menjadi indikator penting yang menunjukkan tahapan dekomposisi, mulai dari fase aktif hingga fase pematangan kompos. Pemantauan ini dilakukan sebagai bagian dari pengendalian mutu agar kompos yang dihasilkan memenuhi kualitas yang diharapkan. Data berikut merupakan hasil pengukuran suhu pada empat perlakuan, yaitu EM4, HPT, M21, dan Petrokimia. Pengukuran dilakukan pada beberapa titik di setiap tumpukan kompos, kemudian dihitung nilai rata-ratanya sebagai representasi kondisi masing-masing perlakuan.

Grafik Perubahan Suhu Pengomposan

Interpretasi Hasil

EM4

KISARAN SUHU: 44,0 – 50,4 °C

Perlakuan EM4 menunjukkan suhu yang relatif stabil selama proses pengomposan. Suhu berada pada kisaran 44,0–50,4°C, yang menandakan aktivitas mikroorganisme berlangsung secara aktif dalam menguraikan bahan organik. Penurunan suhu pada akhir pengamatan menunjukkan bahwa proses dekomposisi mulai memasuki fase pematangan sehingga kompos menjadi lebih stabil.

KESIMPULAN

HPT

KISARAN SUHU 38,8 – 46,4 °C

Perlakuan HPT mengalami kenaikan suhu pada fase awal pengomposan kemudian menurun secara bertahap hingga mendekati suhu lingkungan. Pola ini menunjukkan bahwa aktivitas mikroorganisme berlangsung normal dan bahan organik telah mengalami proses penguraian yang cukup baik sebelum memasuki fase pematangan.

KESIMPULAN

M21

KISARAN SUHU 41,8 – 53,6 °C

Perlakuan M21 mencapai suhu tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya, yaitu hingga 53,6°C. Hal ini menunjukkan aktivitas mikroorganisme yang sangat intensif pada fase awal pengomposan sehingga proses dekomposisi berlangsung lebih aktif. Setelah mencapai suhu puncak, suhu menurun secara bertahap sebagai indikasi bahwa kompos mulai memasuki fase pematangan.

KESIMPULAN

Petrokimia

KISARAN SUHU 38,8 – 51,0 °C

Perlakuan Petrokimia menunjukkan pola perubahan suhu yang konsisten selama proses pengomposan. Suhu meningkat pada awal pengamatan sebagai respon terhadap aktivitas mikroorganisme, kemudian menurun secara bertahap hingga mencapai kondisi yang lebih stabil. Pola tersebut menunjukkan bahwa proses penguraian bahan organik berlangsung dengan baik.

KESIMPULAN

KESIMPULAN PEMANTAUAN SUHU

Perlakuan Petrokimia menunjukkan pola perubahan suhu yang konsisten selama proses pengomposan. Suhu meningkat pada awal pengamatan sebagai respon terhadap aktivitas mikroorganisme, kemudian menurun secara bertahap hingga mencapai kondisi yang lebih stabil. Pola tersebut menunjukkan bahwa proses penguraian bahan organik berlangsung dengan baik.

EDUKASI
Bagaimana Sampah Organik Menjadi Kompos Berkualitas?

Pengomposan merupakan proses alami penguraian sampah organik oleh mikroorganisme menjadi kompos yang kaya unsur hara. Melalui proses ini, sisa makanan, daun, dan limbah organik lainnya dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik yang ramah lingkungan, sehingga mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Di TPS 3R Dadaprejo, pengomposan dilakukan secara bertahap mulai dari pemilahan bahan organik, pencacahan, proses penguraian, hingga pematangan kompos. Setiap tahapan dilakukan secara terkontrol untuk menghasilkan kompos yang berkualitas, tidak berbau, dan aman digunakan sebagai penyubur tanah. Selain bermanfaat bagi tanaman, pengomposan juga mendukung pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan menjaga kelestarian lingkungan.

KANDUNGAN KOMPOS

Kandungan Nutrisi dalam Kompos Organik Dadaprejo

Kompos Organik Dadaprejo telah melalui pengujian laboratorium untuk mengetahui kandungan unsur hara dan kualitasnya sesuai standar mutu pupuk organik. Hasil analisis menunjukkan bahwa kompos memiliki kandungan nutrisi yang mendukung kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman. Informasi ini kami sajikan sebagai bentuk komitmen terhadap kualitas produk dan transparansi kepada masyarakat.

Hasil Analisis Laboratorium Empat Perlakuan Pengomposan

Seluruh perlakuan telah dianalisis di Laboratorium Kimia Tanah Universitas Brawijaya untuk mengetahui kualitas kompos berdasarkan parameter utama pupuk organik.

🧪 Data Berdasarkan Pengujian Laboratorium

Parameter
EM4
HPT
M21
Petrokimia
Ph
7,4
8,3
7,7
8,1
C-Organik (%)
17,93
18,66
18,09
16,26
N Total (%)
2,46
2,92
2,42
2,42
Rasio C/N
7
6
7
7
P₂O₅ (%)
2,52
3,07
2,45
3,30
K₂O (%)
2,04
2,13
1,99
2,21
Sorotan Hasil Uji

C-Organik

16,26 – 18,66%

Kandungan C-Organik menunjukkan jumlah bahan organik yang terkandung dalam kompos. Nilai ini berperan dalam memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air, serta mendukung aktivitas mikroorganisme yang bermanfaat bagi kesuburan lahan.

pH Kompos

7,4 – 8,3

Nilai pH menunjukkan tingkat keasaman atau kebasaan kompos. Berdasarkan hasil pengujian, seluruh perlakuan memiliki pH netral hingga sedikit basa, sehingga mendukung aktivitas mikroorganisme tanah serta membantu penyerapan unsur hara oleh tanaman.

Nitrogen Total

2,42 – 2,92 %

Nitrogen Total merupakan salah satu unsur hara makro yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan vegetatif. Kandungan nitrogen dalam kompos membantu pembentukan daun, batang, serta mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.

✓ Berdasarkan hasil analisis laboratorium, seluruh perlakuan kompos telah memenuhi persyaratan teknis minimal pupuk organik bentuk padat pada parameter pH, C-Organik, rasio C/N, serta total hara (N + P₂O₅ + K₂O) sesuai Kepmentan Nomor 261 Tahun 2019.

Hasil Uji Laboratorium

Kompos Organik Dadaprejo telah melalui proses pengujian laboratorium untuk memastikan kualitas dan kesesuaiannya dengan standar mutu pupuk organik yang berlaku. Pengujian mencakup berbagai parameter penting, seperti kandungan unsur hara, C-Organik, rasio C/N, derajat keasaman (pH), kadar air, serta parameter pendukung lainnya. Hasil pengujian ini menjadi bentuk komitmen kami dalam menyediakan produk kompos yang berkualitas, aman digunakan, dan memberikan manfaat optimal bagi kesuburan tanah serta pertumbuhan tanaman.

Mengapa Hasil Uji Laboratorium Ini Penting?

Hasil uji laboratorium merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas kompos organik. Melalui pengujian terhadap berbagai parameter, seperti kandungan unsur hara, C-Organik, rasio C/N, dan pH, pengguna dapat memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai mutu produk yang akan digunakan. Dengan adanya hasil pengujian yang transparan, kompos tidak hanya dinilai dari tampilannya, tetapi juga berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga memberikan rasa aman dan kepercayaan dalam penggunaannya.

Menjamin Mutu Produk

Setiap kompos diuji berdasarkan parameter penting sesuai standar pupuk organik sehingga kualitas produk dapat dipastikan secara objektif dan konsisten.

Data Berdasarkan Pengujian Laboratorium

Seluruh nilai yang ditampilkan berasal dari hasil pengujian laboratorium, sehingga informasi yang diberikan bukan sekadar klaim, melainkan didukung oleh data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Mendukung Pertumbuhan Tanaman

Kandungan unsur hara dan bahan organik yang sesuai membantu meningkatkan kesuburan tanah, menjaga keseimbangan nutrisi, dan mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.

Meningkatkan Kepercayaan Pengguna

Transparansi hasil uji laboratorium memberikan rasa aman kepada petani, pekebun, maupun masyarakat dalam memilih kompos organik yang berkualitas.

CARA PENGGUNAAN

Cara Menggunakan Kompos Organik Dadaprejo

Kompos Organik Dadaprejo dapat digunakan pada berbagai jenis tanaman dengan langkah yang sederhana. Penggunaan yang tepat membantu tanaman memperoleh unsur hara secara optimal sekaligus meningkatkan kualitas tanah dalam jangka panjang.

Langkah 1

Persiapkan Kompos

Siapkan kompos organik yang telah matang dan pastikan media tanam dalam kondisi bersih sebelum aplikasi.

Langkah 2

Sebarkan Kompos

Taburkan kompos secara merata di sekitar pangkal tanaman atau pada lahan yang akan ditanami sesuai kebutuhan.

Langkah 3

Campurkan dengan Tanah

Campurkan kompos dengan lapisan tanah bagian atas agar unsur hara lebih mudah terserap oleh akar tanaman.

Langkah 4

Siram Secukupnya

Lakukan penyiraman setelah pemberian kompos agar kelembapan tanah terjaga dan proses penyerapan nutrisi menjadi lebih optimal.

Langkah 5

Lakukan Secara Berkala

Berikan kompos secara berkala sesuai kebutuhan tanaman untuk menjaga kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan yang optimal.

Tips Penggunaan

Untuk hasil yang lebih optimal, gunakan kompos pada pagi atau sore hari dan kombinasikan dengan penyiraman yang cukup. Penggunaan secara rutin membantu menjaga kesuburan tanah serta meningkatkan pertumbuhan tanaman secara berkelanjutan.

TENTANG TPS 3R DADAPREJO

Pengelolaan Sampah Terpadu untuk Lingkungan Berkelanjutan

TPS 3R Dadaprejo merupakan fasilitas pengelolaan sampah terpadu di Kota Batu yang menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Berbagai jenis sampah yang berasal dari masyarakat dipilah, diolah, dan dimanfaatkan kembali sesuai karakteristiknya sehingga mampu mengurangi timbulan sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Salah satu hasil pengelolaan tersebut adalah Kompos Organik Dadaprejo, yang diproduksi dari sampah organik melalui proses pengomposan secara terkontrol hingga menghasilkan pupuk organik yang berkualitas.

PROFIL TPST

Lebih dari Sekadar Menghasilkan Kompos

Sebagai Tempat Pengolahan Sampah (TPS), TPS 3R Dadaprejo tidak hanya berfokus pada pengolahan sampah organik menjadi kompos, tetapi juga melakukan pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan berbagai jenis sampah lainnya. Melalui pendekatan 3R, TPS Dadaprejo berupaya mengurangi pencemaran lingkungan, meningkatkan nilai guna sampah, serta membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

1

Pemilahan dari Rumah

Pengelolaan sampah dimulai dari rumah melalui kebiasaan memilah sampah organik dan anorganik sebelum diangkut ke TPS.

Mengapa Pemilahan Itu Penting?

Pemilahan sampah sejak dari rumah menjadi langkah awal keberhasilan pengelolaan di TPST 3R Dadaprejo. Warga memisahkan sampah organik (basah) dan anorganik (kering) sesuai jadwal pengangkutan sehingga proses pengolahan menjadi lebih efektif.

Poin Penting

  • Menjaga kualitas bahan organik untuk pengomposan.
  • Mempermudah proses daur ulang.
  • Mengurangi sampah yang dikirim ke TPA.

2

Pengelolaan Berbasis 3R

TPS mengelola sampah dengan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya.

Sistem Pengelolaan Terpadu

Sejak beroperasi pada tahun 2016, TPST 3R Dadaprejo Mandiri menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis 3R. Sampah dipilah sesuai jenisnya, kemudian diolah atau dimanfaatkan kembali agar memiliki nilai guna dan mengurangi timbulan sampah.

Poin Penting

  • Berbasis prinsip 3R.
  • Dikelola bersama KSM dan masyarakat.
  • Mendukung pengurangan sampah ke TPA.

3

Kompos & Daur Ulang

Sampah organik diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang.

Mengubah Sampah Menjadi Manfaat

Sampah organik diproses menjadi Kompos Organik Dadaprejo melalui tahapan pengomposan yang terkontrol. Sementara itu, sampah anorganik dipilah sesuai jenisnya untuk disalurkan ke proses daur ulang sehingga tetap memiliki nilai guna.

Poin Penting

  • Menghasilkan Kompos Organik Dadaprejo.
  • Mendukung ekonomi sirkular.
  • Mengurangi pencemaran lingkungan.

4

Edukasi & Kolaborasi

TPS menjadi pusat pembelajaran dan kolaborasi dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Membangun Budaya Peduli Lingkungan

TPST 3R Dadaprejo tidak hanya mengelola sampah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, pelajar, mahasiswa, dan berbagai instansi. Kolaborasi ini bertujuan membangun kebiasaan memilah sampah dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Poin Penting

  • Edukasi pengelolaan sampah berbasis 3R.
  • Kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan perguruan tinggi.
  • Mendorong lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

HUBUNGI KAMI

Hubungi Kompos Dadaprejo

Ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai Kompos Organik Dadaprejo, kerja sama, maupun edukasi pengelolaan sampah? Silakan hubungi kami melalui kontak berikut atau kirimkan pesan menggunakan formulir yang tersedia.

Alamat TPS 3R

di Jl. Dr. Sutomo RT. 01 / RW. 06, Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur.

Telepon / Whatsapp

0821-3242-7852 atau 0811-3777-158

KIRIM PESAN

SIAP MENJADIKAN TANAMAN LEBIH SUBUR SECARA ALAMI?

Kompos Dadaprejo diproduksi dari sampah organik terpilah yang diolah secara terkontrol sehingga menghasilkan kompos berkualitas untuk membantu meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Diproduksi oleh TPST 3R Dadaprejo • Kota Batu • Jawa Timur

Kompos Dadaprejo

Kompos Dadaprejo merupakan pupuk organik berkualitas hasil pengolahan sampah organik oleh TPST 3R Dadaprejo. Diproduksi melalui proses pengomposan yang terkontrol untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan lingkungan yang lebih bersih.

Menu Cepat

Hubungi Kami

© 2026 Kompos Dadaprejo. Seluruh Hak Cipta Dilindungi.
Website ini dikembangkan oleh KKN FIBiPK Kelurahan Dadaprejo Universitas Brawijaya bersama TPST 3R Dadaprejo sebagai media edukasi dan informasi mengenai kompos organik.